Pada Desember 2022, PT Hebei Geologikal Indonesia (HGI) menyelesaikan survei geologi dan menerbitkan laporan. Temuan utamanya adalah sebagai berikut:
Perusahaan eksplorasi menetapkan area seluas 50 hektar untuk survei geologi, yang dibagi menjadi dua zona eksplorasi (B4W dan B1W-B2W). Pekerjaan utama yang diselesaikan meliputi survei topografi seluas 0,95 km²; survei profil sepanjang 17,86 km; survei geologi khusus seluas 0,95 km²; pembuatan 253 lubang bor; analisis dasar terhadap 4.973 sampel; serta pengukuran 253 titik teknik. Berdasarkan eksplorasi di wilayah tersebut, estimasi sumber daya bijih nikel (Ni ≥ 1,30%, terkendali + terduga) mencapai 2,726 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 1,49%. Sumber daya terkendali: 1,907 juta ton, kadar rata-rata 1,49%; sumber daya terduga: 0,819 juta ton, kadar rata-rata 1,49%.
Menurut data eksplorasi terbaru tahun 2025, dalam wilayah seluas 212,99 hektar:
Berdasarkan hasil eksplorasi di area yang ditentukan, perkiraan sumber daya bijih nikel (Ni ≥ 1.30%, terkendali + terduga) mencapai 2,726 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 1.49%. Rinciannya sebagai berikut:
Perhitungan terperinci disajikan di bawah ini:
